Harga Terbaru iPhone 17 Pro Max, iPhone 17, hingga iPhone 13 per Oktober 2025 — Cek Daftar Lengkap di Sini!

Apple kembali membuktikan dominasinya di dunia smartphone premium lewat kehadiran iPhone 17 Pro dan iPhone 17 Pro Max!
Kali ini, Apple menggabungkan desain futuristik, kecerdasan buatan adaptif, dan performa ekstrem yang siap mengguncang pasar teknologi global.

Peluncurannya langsung jadi sorotan dunia — dan kini, kamu sudah bisa mendapatkannya di seluruh gerai iBox Indonesia. Para penggemar gadget, kreator konten, hingga profesional kreatif, semuanya antusias menyambut kehadiran flagship anyar ini!


Desain Titanium: Elegan, Ringan, dan Super Tangguh

Apple benar-benar naik level!
Rangka titanium satin matte pada iPhone 17 Pro membuatnya terasa lebih ringan, tapi tetap tangguh.
Permukaannya juga tampil mewah, anti sidik jari, dan nyaman di tangan.

Layar Super Retina XDR OLED 6,3 inci kini tampil tanpa notch, karena teknologi Face ID tersembunyi di bawah layar. Visualnya? Jernih, tajam, dan natural di segala kondisi.
Ditambah lagi, refresh rate ProMotion 120Hz bikin pengalaman scrolling dan gaming jadi super mulus!


Chip A19 Pro: Otak Super Cepat dan Hemat Daya

Inilah mesin andalan baru Apple — chip A19 Pro dengan teknologi fabrikasi 3 nanometer.
Performa meningkat 20% lebih cepat dan efisiensi daya naik 30% dibanding generasi sebelumnya.

Yang makin keren, fitur Apple Intelligence bekerja langsung di perangkat tanpa koneksi cloud, menjaga privasi kamu tetap aman.
Kombinasi ini bikin iPhone 17 Pro bukan cuma bertenaga, tapi juga ponsel paling efisien di dunia!


Kamera Sinematik 48MP: Bukan Sekadar Foto, Ini Karya Seni

Sektor kamera jadi alasan utama banyak orang jatuh cinta pada iPhone — dan kali ini, Apple makin total!
Dengan Triple 48MP Fusion Lens, hasil fotonya tajam bahkan di kondisi minim cahaya.

Teknologi Dynamic Pixel Fusion menghasilkan warna super realistis, sementara fitur ProRaw, Apple Log 2, dan ProRes Video bikin kontenmu terasa profesional.
Foto dan video berkelas sinematik kini bisa kamu hasilkan langsung dari genggaman!


Baterai Gokil dan Pengisian Ngebut

Baterai iPhone 17 Pro bisa tahan hingga 31 jam pemutaran video nonstop!
Berkat port USB-C 3.0 40W, kamu bisa isi daya 50% hanya dalam 20 menit.
Dan tenang, perangkat ini sudah bersertifikat IP68 — tahan air dan debu sampai kedalaman 6 meter.


Daftar Harga iPhone Terbaru Oktober 2025 (Resmi iBox Indonesia)

ModelKapasitasHarga (Rp)
iPhone 17256 GB17.249.000
iPhone 17512 GB21.999.000
iPhone Air256 GB21.249.000
iPhone Air512 GB25.999.000
iPhone Air1 TB30.249.000
iPhone 17 Pro256 GB23.749.000
iPhone 17 Pro512 GB28.249.000
iPhone 17 Pro1 TB32.999.000
iPhone 17 Pro Max256 GB25.749.000
iPhone 17 Pro Max512 GB30.249.000
iPhone 17 Pro Max1 TB34.999.000
iPhone 17 Pro Max2 TB43.999.000
iPhone 16 Pro256 GB17.999.000
iPhone 16128 GB14.999.000
iPhone 16e128 GB11.499.000
iPhone 15128 GB11.249.000
iPhone 14128 GB9.749.000
iPhone 13128 GB8.249.000

iPhone 17 Pro: Bukan Sekadar Smartphone, Ini Simbol Gaya Hidup!

Dengan balutan titanium mewah, performa gahar, dan kamera profesional, iPhone 17 Pro bukan cuma alat komunikasi — tapi representasi gaya hidup modern.

Kalau kamu ingin kecepatan, keamanan, dan kreativitas dalam satu perangkat, inilah pilihan terbaik di tahun 2025.
Apple sekali lagi menegaskan: inovasi dan elegansi tetap tak tergantikan!

Windows 10 Resmi Tutup Buku, Apa Kabar Penggunanya Sekarang?

Setelah hampir satu dekade menemani pengguna di seluruh dunia, Microsoft resmi menghentikan dukungan untuk sistem operasi Windows 10 pada Selasa (14/10/2025).
Artinya, sistem operasi legendaris ini tidak lagi mendapat pembaruan keamanan, fitur baru, maupun bantuan teknis dari Microsoft.

Langkah ini sekaligus menandai berakhirnya era Windows 10 yang pertama kali diluncurkan pada tahun 2015 lalu dan kini digantikan oleh Windows 11 sebagai sistem operasi utama.

“Windows 10 akan mencapai akhir dukungan pada 14 Oktober 2025. Pada titik ini, bantuan teknis, pembaruan fitur, dan pembaruan keamanan tidak lagi disediakan,” tulis Microsoft dalam keterangan resminya.


Pengguna Diimbau Segera Beralih ke Windows 11

Microsoft mengimbau seluruh pengguna Windows 10 untuk segera melakukan upgrade ke Windows 11 agar tetap aman dari ancaman keamanan siber.

Dikutip dari The Guardian, jika PC kamu berusia kurang dari empat tahun, kemungkinan besar perangkat tersebut masih bisa menjalankan Windows 11.
Namun, kamu perlu memastikan terlebih dahulu apakah perangkat memenuhi spesifikasi minimum, yaitu:

  • RAM minimal 4 GB
  • Penyimpanan 64 GB
  • Dukungan Trusted Platform Module (TPM) 2.0, chip keamanan yang berfungsi menyimpan kredensial seperti password dan data sensitif lainnya.

Jika komputer kamu tidak mendukung Windows 11, jangan panik dulu — Microsoft memberikan opsi tambahan.


Masih Bisa Diperpanjang Setahun Lewat Program ESU

Bagi pengguna yang belum bisa beralih dalam waktu dekat, Microsoft menyediakan program Extended Security Updates (ESU) untuk konsumen.
Program ini memungkinkan kamu tetap mendapat pembaruan keamanan hingga satu tahun setelah 14 Oktober 2025.

“Jika Anda membutuhkan lebih banyak waktu sebelum berpindah ke Copilot+ PC atau perangkat Windows 11, program ESU dapat melindungi perangkat Windows 10 Anda hingga setahun setelah 14 Oktober 2025,” tulis Microsoft.

Menariknya, pendaftaran ESU ini gratis jika kamu sudah login menggunakan akun Microsoft.
Namun, jika tidak, kamu perlu membayar sekitar US$30 (sekitar Rp480 ribu) atau menukarkan 1.000 poin Microsoft Rewards.


Kalau Tidak Upgrade, Apa Risikonya?

Secara teknis, pengguna masih bisa tetap memakai Windows 10 setelah tanggal penghentian dukungan.
Namun, tanpa pembaruan keamanan, risiko terkena virus, malware, hingga serangan hacker akan meningkat drastis.

Setiap bug baru yang ditemukan tidak akan diperbaiki, sehingga komputer dengan Windows 10 bisa menjadi sasaran empuk bagi peretas.
Selain itu, berbagai aplikasi dan software juga berpotensi berhenti kompatibel dengan Windows 10 seiring berjalannya waktu.


Pilihan Terbaik: Upgrade atau Ganti Perangkat

Untuk menjaga keamanan dan kenyamanan, Microsoft menyarankan pengguna mulai beralih ke Windows 11 atau membeli perangkat baru yang sudah mendukung sistem tersebut.

Dengan Windows 11, pengguna akan mendapatkan pengalaman lebih modern dengan fitur AI Copilot, antarmuka yang lebih halus, serta sistem keamanan yang jauh lebih kuat.

Jadi, kalau kamu masih setia dengan Windows 10, mungkin sekarang saatnya mulai bersiap — karena era barunya sudah dimulai!

Huawei Pura 80 Resmi Hadir di Indonesia, Ini Harga dan Keunggulannya

Huawei akhirnya resmi merilis smartphone flagship terbarunya, Huawei Pura 80, di Indonesia pada Kamis (9/10/2025). Kehadiran seri ini melengkapi lini Pura 80 Pro dan Pura 80 Ultra yang lebih dulu hadir pada September lalu.

Sebagai varian paling “ringan” dalam keluarga Pura 80 series, versi reguler ini tetap membawa DNA flagship — terutama di sektor kamera dan desainnya yang khas.


Andalan di Sektor Kamera

Meski bukan versi “Pro” atau “Ultra”, Huawei Pura 80 tetap tampil menonjol berkat konfigurasi tiga kamera belakang yang powerful:

  • Kamera utama 50 MP (f/1.4–4.0, OIS)
  • Kamera ultrawide 13 MP (f/2.2)
  • Kamera telefoto periskop (f/3.4, OIS, zoom optik 5,5x)

Untuk selfie, ponsel ini dibekali kamera depan 13 MP (f/2.0, autofocus).

Menurut Edy Supartono, Senior Retail Manager Huawei Device Indonesia, Pura 80 juga dilengkapi teknologi Ultra Chroma Camera yang mampu menampilkan warna alami dan tetap jelas meski di kondisi minim cahaya.

“Warna yang dihasilkan kamera bisa sama seperti warna asli dan tetap vivid di berbagai kondisi,” ungkap Edy saat peluncuran di Jakarta.


Desain Elegan dengan Ciri Khas Pura Series

Secara tampilan, Huawei Pura 80 mengusung modul kamera berbentuk segitiga — desain ikonik dari seri Pura. Modulnya dibuat menonjol untuk menampung tiga lensa belakang.

Berbeda dari model Ultra yang memakai layar melengkung, Pura 80 hadir dengan layar datar dan empat sudut membulat, memberi kesan minimalis dan modern.

“Desainnya elegan sekaligus clean, dengan garis halus yang memperkuat karakter premium,” tambah Edy.


Spesifikasi Huawei Pura 80 di Indonesia

Huawei Pura 80 membawa layar LTPO OLED 6,6 inci beresolusi 2.760 x 1.256 piksel, mendukung refresh rate 120 Hz, PWM Dimming 1.440 Hz, dan touch sampling rate 300 Hz.

Dari sisi performa, meski Huawei belum mengungkap chipset resminya, kemungkinan besar perangkat ini menggunakan Kirin 9020 seperti versi global.

Dapur pacunya diperkuat dengan RAM 12 GB dan penyimpanan 256 GB, serta baterai 5.170 mAh yang mendukung Huawei SuperCharge 55W dan pengisian nirkabel 55W.

Sistem operasi yang digunakan adalah EMUI 15.0, bukan HarmonyOS seperti versi Tiongkok.

Namun, seperti seri Huawei lain, Pura 80 tidak dilengkapi Google Mobile Services (GMS). Sebagai gantinya, pengguna bisa mengakses aplikasi seperti YouTube, Gmail, dan Maps melalui Huawei Mobile Services (HMS) lewat toko aplikasi Huawei AppGallery.


Dilengkapi Fitur AI Canggih

Huawei Pura 80 juga membawa sederet fitur berbasis AI (Artificial Intelligence), seperti:

  • Merangkum artikel otomatis saat browsing
  • Edit gambar instan
  • Menyembunyikan notifikasi saat ada orang lain melihat layar

Tak hanya itu, ponsel ini juga sudah bersertifikasi IP68/69, artinya tahan air dan debu, serta mendukung 5G, dual-SIM, WiFi, Bluetooth 5.2, NFC, dan USB-C.


Harga dan Ketersediaan

Huawei Pura 80 hadir dalam dua pilihan warna elegan: Frosted Gold dan Frosted Black.
Untuk pasar Indonesia, smartphone ini dibanderol dengan harga Rp 10.999.000.

Konsumen sudah bisa melakukan pemesanan di seluruh gerai resmi dan mitra Huawei mulai 9 Oktober 2025.


🏁 Kesimpulan

Dengan desain elegan, kamera canggih, dan fitur AI yang makin pintar, Huawei Pura 80 menjadi pilihan menarik bagi kamu yang ingin ponsel flagship tanpa harus ke level “Ultra”.
Simpel, stylish, dan tetap powerful — pas banget buat gaya hidup modern.

AI Tools untuk Produktivitas: 7 Aplikasi Kecerdasan Buatan yang Wajib Kamu Coba di 2025
7 AI Tools untuk Produktivitas yang Wajib Dicoba di 2025 — Kasih Info

7 AI Tools untuk Produktivitas yang Wajib Dicoba di 2025

Belajar pakai AI yang tepat bisa menghemat waktu dan membuat pekerjaan lebih fokus. Berikut 7 pilihan tool yang mudah dipakai dan terbukti membantu produktivitas.
Ilustrasi AI productivity tools

Di 2025, kecerdasan buatan (AI) bukan lagi sekadar istilah masa depan — ia sudah menjadi alat harian bagi pekerja kreatif, pelajar, dan profesional. Di artikel ini, kami pilihkan 7 AI tools yang mudah digunakan dan punya dampak nyata untuk meningkatkan efisiensi. Setiap tool dilengkapi link resmi, fungsi utama, dan tips cepat agar kamu langsung bisa praktek.

1. ChatGPT (OpenAI) — Asisten penulisan & brainstorming

ChatGPT interface screenshot

Fungsi: Menulis artikel, membuat ide konten, penyusunan email, hingga mengolah data sederhana.

Kenapa cocok: Cepat, fleksibel, dan tersedia fitur templat untuk copywriting, rangkuman, dan pembuatan kode ringan.

Kunjungi ChatGPT

2. Notion AI — Workspace pintar untuk catatan & tugas

Notion app screenshot

Fungsi: Mengubah catatan biasa menjadi konten terstruktur: ringkasan meeting, checklist, hingga draf posting.

Tips cepat: Gunakan fitur “Summarize” setelah meeting dan otomatis buat action items untuk tim.

Coba Notion AI

3. Gamma.app — Bikin presentasi dari teks dalam hitungan menit

Gamma app presentation example

Fungsi: Ubah artikel atau outline jadi slide presentasi yang rapi dan estetik.

Kenapa cocok: Hemat waktu buat creator atau profesional yang sering presentasi; hasilnya visual dan siap dipakai.

Buat slide di Gamma

4. Runway ML — Edit & buat video generatif dengan AI

Runway ML interface

Fungsi: Pembuatan dan editing video menggunakan model generatif: dari transisi otomatis hingga background editing.

Tips: Gunakan preset untuk social short-form (TikTok/Instagram Reels) agar tampak profesional tanpa belajar software editing rumit.

Jelajahi Runway

5. Perplexity AI — Search engine berformat jawaban

Perplexity AI screenshot

Fungsi: Cari jawaban cepat yang dilengkapi referensi sumber — ideal untuk riset cepat dan verifikasi informasi.

Cara pakai: Masukkan pertanyaan spesifik, lalu cek referensi yang diberikan untuk memastikan kredibilitas.

Coba Perplexity

6. Kits AI — Bikin suara & musik dengan AI

Kits AI music generation

Fungsi: Membuat musik, soundscape, atau suara narator AI untuk video dan podcast.

Kenapa mencoba: Cocok untuk content creator yang butuh audio orisinal tanpa biaya studio.

Jelajahi Kits AI

7. Claude AI (Anthropic) — Analisis dokumen panjang

Claude AI image

Fungsi: Memproses dan menganalisis dokumen panjang: laporan, proposal, atau buku elektronik.

Keunggulan: Lebih andal untuk konteks panjang dan analisis yang membutuhkan konsistensi logika.

Kunjungi Claude

Tips Praktis: Cara Memilih AI yang Tepat untuk Kamu

  • Tentukan kebutuhan utama: menulis, desain, video, atau riset.
  • Coba versi gratis dulu untuk menilai kecocokan alur kerja.
  • Perhatikan kebijakan privasi dan batasan penggunaan data (important untuk dokumen sensitif).
  • Gabungkan beberapa tools: mis. ChatGPT untuk draft, Gamma untuk presentasi, dan Kits AI untuk audio.

Penutup

AI tidak dimaksudkan untuk menggantikan kreativitasmu — melainkan mempercepat bagian-bagian yang memakan waktu. Mulailah dengan satu tool, pelajari alur kerjanya, lalu kembangkan workflow yang pas. Kalau kamu ingin, kami bisa membuatkan tutorial langkah-demi-langkah untuk salah satu tool di daftar ini.

Benarkah Bukalapak.com Tutup? Apa yang Terjadi dengan Platform E-Commerce Terkenal Ini?

Bukalapak.com merupakan salah satu platform e-commerce terbesar di Indonesia yang telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari banyak orang. Sejak berdiri pada tahun 2011, Bukalapak telah tumbuh pesat dan berhasil mencuri perhatian dengan berbagai inovasi dan layanan yang menarik. Namun, baru-baru ini, muncul berbagai spekulasi mengenai apakah Bukalapak benar-benar tutup atau tidak. Lalu, benarkah Bukalapak.com tutup? Apa alasan di baliknya, dan apa yang kini sedang dilakukan oleh Bukalapak?

Apakah Bukalapak Tutup?

Kabar mengenai “tutupnya Bukalapak” sering kali muncul akibat kesalahpahaman atau informasi yang tidak akurat. Sejak beberapa tahun terakhir, Bukalapak mengalami transformasi yang signifikan, tetapi hingga saat ini platform e-commerce ini masih aktif beroperasi. Bukalapak tidak tutup, namun mereka tengah melakukan beberapa perubahan strategis yang mempengaruhi operasionalnya.

Seperti banyak perusahaan teknologi lainnya, Bukalapak terus beradaptasi dengan dinamika pasar dan kebutuhan konsumen. Ada sejumlah faktor yang menyebabkan perubahan dalam model bisnis dan arah strategis Bukalapak, tetapi ini bukan berarti Bukalapak tutup.

Kenapa Bukalapak Melakukan Perubahan?

Ada beberapa alasan mengapa Bukalapak melakukan perubahan besar-besaran dalam beberapa tahun terakhir. Beberapa faktor utama yang memengaruhi keputusan ini antara lain:

  1. Kompetisi yang Semakin Ketat
    E-commerce di Indonesia semakin kompetitif dengan hadirnya pemain besar seperti Tokopedia (sekarang menjadi bagian dari Gojek melalui GoTo), Lazada, dan Shopee. Bukalapak harus melakukan inovasi agar tetap relevan dan bersaing di pasar yang semakin padat ini.
  2. Fokus pada Ekosistem Digital
    Bukalapak menyadari bahwa sekadar menjadi platform marketplace tidak cukup untuk bertahan dalam jangka panjang. Oleh karena itu, mereka berfokus pada pengembangan ekosistem digital yang lebih luas, termasuk penyediaan layanan keuangan digital, pengembangan teknologi, dan memperkuat keberadaan mereka di sektor B2B (Business to Business).
  3. Perubahan Model Bisnis
    Salah satu langkah penting yang diambil Bukalapak adalah perubahan model bisnis, termasuk penyesuaian dalam jumlah dan jenis produk yang dijual di platformnya. Bukalapak juga mulai memfokuskan diri pada pasar yang lebih niche dan layanan tambahan seperti Bukalapak API untuk membantu pelaku UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) dalam mengembangkan bisnis mereka.
  4. Perubahan Strategi Pasca IPO
    Setelah melakukan penawaran umum perdana saham (IPO) pada tahun 2021, Bukalapak berusaha untuk menciptakan keseimbangan antara profitabilitas dan pertumbuhan jangka panjang. Langkah ini membawa tantangan baru terkait dengan pengelolaan sumber daya dan bagaimana meningkatkan efisiensi operasional.

Apa yang Sedang Dilakukan Bukalapak Sekarang?

Meski sering diterpa kabar miring, Bukalapak sebenarnya terus mengembangkan berbagai inisiatif untuk tetap tumbuh dan berinovasi. Beberapa hal yang sedang dilakukan oleh Bukalapak saat ini meliputi:

  1. Mengembangkan Layanan Keuangan Digital
    Bukalapak mulai melebarkan sayapnya ke sektor fintech dengan memperkenalkan produk-produk keuangan digital seperti Pinjaman, Pembayaran, dan Asuransi. Langkah ini bertujuan untuk memberikan lebih banyak kemudahan bagi pengguna dalam bertransaksi dan mengakses layanan keuangan.
  2. Memperkuat Fitur untuk UMKM
    Bukalapak fokus pada pemberdayaan UMKM dengan menyediakan platform yang lebih terintegrasi, seperti sistem pembayaran yang mudah, analisis data untuk strategi pemasaran, serta dukungan dalam hal distribusi produk. Bukalapak juga membangun infrastruktur logistik yang lebih baik untuk membantu pelaku UMKM mengirimkan barang mereka ke seluruh Indonesia.
  3. Meningkatkan Pengalaman Pengguna
    Untuk tetap bersaing, Bukalapak terus meningkatkan pengalaman pengguna dengan fitur-fitur baru yang lebih user-friendly. Hal ini mencakup tampilan antarmuka (UI) yang lebih modern, kecepatan sistem yang lebih baik, dan layanan pelanggan yang lebih responsif.
  4. Kolaborasi dan Kemitraan Strategis
    Bukalapak juga melakukan kemitraan dengan berbagai perusahaan besar untuk memperluas jaringan distribusinya. Selain itu, Bukalapak berupaya untuk mengoptimalkan teknologi berbasis data untuk memperkuat efisiensi dan efektivitas operasional mereka.

Jadi, bukannya tutup, Bukalapak tengah bertransformasi dan beradaptasi dengan perubahan yang ada di industri e-commerce dan teknologi. Perubahan tersebut mencakup peralihan dari sekadar platform marketplace menjadi ekosistem digital yang lebih luas, yang juga melibatkan sektor keuangan dan pengembangan layanan berbasis teknologi. Walaupun tantangan besar seperti kompetisi yang ketat tetap ada, Bukalapak menunjukkan komitmennya untuk terus berinovasi dan bertahan di pasar yang dinamis.

Bukalapak tidak akan hilang begitu saja. Sebaliknya, mereka tengah membangun masa depan yang lebih solid dengan berfokus pada kebutuhan konsumen, perkembangan teknologi, dan pemberdayaan UMKM.

Cara Baru Monetisasi YouTube Affiliate Shopping untuk Kreator Konten

YouTube, platform berbagi video terbesar di dunia, terus berinovasi dengan menghadirkan peluang monetisasi baru bagi para kreator konten. Baru-baru ini, YouTube mengumumkan bahwa kreator kini dapat menghasilkan pendapatan tambahan melalui program afiliasi. Langkah ini menjadi jawaban atas kebutuhan kreator untuk memperluas sumber pendapatan mereka di tengah persaingan ketat dalam dunia konten digital.

Apa Itu Program Afiliasi di YouTube?

Program afiliasi YouTube memungkinkan kreator untuk mendapatkan komisi dengan mempromosikan produk atau layanan tertentu di dalam konten mereka. Ketika penonton membeli produk melalui tautan afiliasi yang disediakan oleh kreator, mereka akan menerima komisi dari setiap transaksi yang berhasil. Dengan ini, YouTube tidak hanya menjadi platform berbagi video, tetapi juga menjadi ekosistem pemasaran yang lebih terintegrasi.

Fitur afiliasi ini dirancang untuk melengkapi opsi monetisasi yang sudah ada sebelumnya, seperti iklan, langganan channel, Super Chat, dan lainnya. Program ini juga membuka peluang baru bagi merek untuk berkolaborasi lebih erat dengan kreator.

Syarat Bergabung dalam Program Afiliasi YouTube Shopping

Untuk bergabung dalam program afiliasi YouTube Shopping, kreator perlu memenuhi beberapa persyaratan berikut:

  1. Memiliki Akun YouTube yang Aktif: Kreator harus memiliki akun YouTube yang aktif dan terverifikasi.
  2. Berpartisipasi dalam Program Partner YouTube (YPP): Kreator harus sudah tergabung dalam YPP untuk mengakses fitur afiliasi ini.
  3. Jumlah Subscriber yang Memadai: Biasanya, YouTube menetapkan jumlah minimum subscriber sebagai kriteria, misalnya 1.000 subscriber atau lebih.
  4. Konten Sesuai Pedoman Komunitas: Konten yang diunggah harus mematuhi pedoman komunitas dan kebijakan monetisasi YouTube.
  5. Niche yang Relevan: Memiliki audiens yang cocok dengan produk yang dipromosikan untuk memastikan efektivitas kampanye afiliasi.

Cara Mendaftar Affiliate YouTube Shopping

  1. Masuk ke YouTube Studio: Buka YouTube Studio melalui akun Anda.
  2. Akses Monetisasi: Klik tab “Monetisasi” di panel kiri.
  3. Daftar Program Afiliasi: Jika Anda memenuhi syarat, akan ada opsi untuk mendaftar ke program afiliasi YouTube Shopping.
  4. Lengkapi Informasi: Isi data yang diperlukan, termasuk metode pembayaran dan informasi lainnya.
  5. Pilih Produk: Setelah diterima, Anda dapat memilih produk dari katalog mitra YouTube Shopping.
  6. Promosikan dalam Konten: Gunakan fitur seperti tautan di deskripsi, kartu, atau layar akhir untuk mempromosikan produk dengan tautan afiliasi.

Bagaimana Cara Kerjanya?

  1. Bergabung dengan Program Afiliasi: Kreator yang memenuhi syarat dapat mendaftar untuk program ini melalui YouTube Studio. Biasanya, persyaratan termasuk memiliki basis pengikut yang signifikan dan rekam jejak yang baik dalam mematuhi pedoman komunitas YouTube.
  2. Memilih Produk: Setelah diterima, kreator dapat memilih produk atau layanan yang relevan dengan audiens mereka. Produk-produk ini biasanya berasal dari mitra YouTube atau merek tertentu yang berpartisipasi dalam program afiliasi.
  3. Menyematkan Tautan Afiliasi: Kreator dapat menyertakan tautan afiliasi di deskripsi video, komentar yang disematkan, atau bahkan di dalam video itu sendiri melalui fitur kartu atau layar akhir.
  4. Menghasilkan Komisi: Ketika penonton mengklik tautan dan melakukan pembelian, kreator akan mendapatkan persentase komisi dari penjualan tersebut. Besaran komisi bervariasi tergantung pada produk dan kesepakatan dengan mitra.

Keuntungan bagi Kreator

  1. Diversifikasi Pendapatan: Dengan adanya program afiliasi, kreator dapat menambah sumber pendapatan mereka tanpa harus bergantung sepenuhnya pada pendapatan iklan.
  2. Fleksibilitas: Kreator memiliki kebebasan untuk memilih produk yang sesuai dengan niche atau minat audiens mereka, sehingga promosi terasa lebih natural dan autentik.
  3. Potensi Penghasilan Lebih Tinggi: Jika produk yang dipromosikan memiliki nilai jual tinggi atau banyak diminati, kreator bisa mendapatkan komisi yang signifikan.

Tantangan yang Mungkin Dihadapi

  1. Kepercayaan Audiens: Kreator harus berhati-hati agar promosi produk tidak mengurangi kepercayaan penonton. Memilih produk yang relevan dan berkualitas adalah kunci.
  2. Persaingan: Dengan banyaknya kreator yang bergabung dalam program ini, tantangan untuk menonjolkan konten afiliasi menjadi semakin besar.
  3. Ketergantungan pada Penjualan: Pendapatan dari program afiliasi sangat bergantung pada jumlah dan nilai penjualan yang dihasilkan, sehingga tidak selalu stabil.

Masa Depan Monetisasi di YouTube

Dengan diperkenalkannya program afiliasi, YouTube semakin memperkuat posisinya sebagai platform yang mendukung pertumbuhan kreator konten. Bagi kreator, ini adalah kesempatan emas untuk memanfaatkan audiens mereka secara lebih efektif dan menciptakan aliran pendapatan yang berkelanjutan.

Namun, keberhasilan dalam program ini tetap bergantung pada strategi yang tepat, mulai dari memilih produk yang relevan hingga menciptakan konten yang menarik. Kreator yang dapat memadukan kreativitas dengan kemampuan pemasaran akan berada di garis depan dalam memanfaatkan peluang ini.

Jadi, jika Anda seorang kreator di YouTube, inilah saatnya untuk mengeksplorasi potensi program afiliasi dan memaksimalkan pendapatan Anda!

Tutorial Cara Daftar TikTok Affiliate, Tips Cepat Dapat Uang dari Medsos

Platform TikTok menjadi salah satu media sosial yang memiliki paling banyak pengguna di Indonesia. Hal ini menjadi peluang besar bagi kita untuk bisa dapat uang dari media sosial tersebut.

Bagi yang bisa memanfaatkan peluang, TikTok bisa jadi sarana bagi kita mencari penghasilan tambahan, dengan banyak cara hanya dari satu aplikasi tersebut.

Selain menjadi konten creator atau live streamer, ada cara lain untuk menghasilkan uang dari TikTok, yakni menjadi bagian dari TikTok Affiliate.

Sudah banyak yang membuktikan bisa mendapat uang secara rutin dari cara ini. Karena dengan program ini, pengguna, khususnya konten kreator bisa mendapatkan komisi dari produk yang mereka promosikan melalui konten mereka di TikTok.

Keuntungan lain juga bisa didapat oleh penjual, karena produk yang dipromosikan oleh konten kreator atau affiliator berpotensi untuk mendapatkan angka penjualan yang tinggi.

Untuk bisa bergabung menjadi affiliator di TikTok, kamu bisa mengikuti beberapa langkah berikut ini:

1. Masuk ke halaman TikTok Shop Center dan login dengan akun TikTok.
2. Setelah masuk, lengkapi data dan persyaratan yang diminta.
3. Setujui persyaratan afiliasi dengan mengklik “Authorized.”
4. Isi informasi dasar yang diminta, termasuk data pribadi dan verifikasi identitas.
5. Setelah itu, pilih produk yang ingin dipromosikan melalui tautan afiliasi yang tersedia.
6. Jika berhasil, kreator dapat langsung menambahkan produk ke konten TikTok dan mulai mempromosikannya.
7. Komisi dari penjualan produk akan langsung masuk ke akun TikTok Shop dan dapat ditarik melalui rekening bank.

Sementara bagi produsen atau Penjual yang ingin bergabung dalam program TikTok Affiliate juga bisa melakukan pendaftaran dengan cara berikut ini:

1. Masuk ke TikTok Shop Center dan login menggunakan akun TikTok.
2. Setelah login, pilih menu “Program” dan pilih “Program Toko” untuk mengatur program afiliasi.
3. Tentukan komisi yang akan diberikan kepada kreator yang mempromosikan produk.
4. Penjual bisa menetapkan besaran komisi berdasarkan persentase dari harga produk.

Rekomendasi Spesifikasi Laptop untuk Menggunakan Android Studio

Rekomendasi Spesifikasi Laptop untuk Menggunakan Android Studio ini ? Karena banyaknya pertanyaan-pertanyaan di Grup Facebook Code Android Indonesia mengenai Kuat atau engganya menjalankan Aplikasi Android Studio di Laptopnya. Contohnya begini :

Laptop saya spesifikasinya ram 2gb, intel core, nah kuat ga ya jalanin Android Studio ?

Laptop saya kok jalanin Android Studio berat banget ya gan? apalagi kalau sambil buka emulatornya.

Pake eclipse aja ah enteng daripada Android Studio.

Nah ane disini hanya mau mengshare pengalaman aja tentang spesifikasi laptop buat jalanin Android Studio. Bukan bermaksud harus menurutin begini spesifikasinya tapi hanya untuk Referensi saja 🙂

Oke kita mulai ya :p Disini kita patokin speknya berdasarkan RAM Procie ( Processor ) , dan Operating System ( OS ) di setiap keterangannya.

RAM 4GB + Processor i3/i5

Ketangguhan : 70% jika hanya buka Android Studio saja, tapi 50% jika sambil menggunakan aplikasi lain seperti Google Chrome akan berasa berat.

OS Recomended : Linux Mint

Debug App : Usahakan langsung menggunakan device, karena jika pakai emulator akan terasa berat sekali.

RAM 4GB + Processor i3/i5 + SSD 128/512 GB

Ketangguhan : 80% Lancar walaupun sambil membuka aplikasi lainnya seperti Google Chrome, Spotify, dan Postman.

OS Recomended : Linux Mint

Debug App : Usahakan langsung menggunakan device, Tapi jika memakai emulator pun sepertinya tidak masalah jika data-datanya disimpan didalam SSD.

RAM 8GB + Processor i3/i5/i7

Ketangguhan : 80% Lancar.

OS Recomended : Linux Mint

Debug App : Usahakan langsung menggunakan device, Tapi jika memakai emulator pun dengan spek segini harusnya kuat-kuat saja asal jangan banyak membuka aplikasi lainnya.

RAM 8GB + Processor i3/i5/i7 + SSD 128/512 GB

Ketangguhan : 95% Lancar.

OS Recomended : Linux Mint/Ubuntu atau Windows pun ga jadi masalah jika memakai SSD karena akan terbantu.

Debug App : Device atau Emulator ga ada masalah.

Nah itu mungkin yang bisa dijadikan untuk Referensi, Karena dari pengalaman ane Laptop RAM 4GB Procie i5 sampai ke RAM 8GB Procie i5 menggunakan Android Studio begitu. Kebetulan kebutuhan ane waktu ngoding Android yaitu Android Studio, Google Chrome, Spotify, dan Postman.

Jadi, Udah tau kan mana yang enak dan mana yang engga ?

Cara Pakai Reels, Fitur Baru Instagram Pesaing TikTok

Instagram merilis fitur baru video pendek yang menyerupai aplikasi milik China, TikTok. Fitur Instagram pesaing baru TikTok ini dinamai Reels.

Reels memungkinkan pengguna membuat video pendek yang digabungkan dengan musik pilihan dan kemudian dapat dibagikan kepada teman, atau pengikut. Video Reels dapat terekam hingga 15 detik serta ada pilihan menambahkan filter dan efek.

Mengutip laporan lifehacker, Reels tidak sama dengan fitur Instagram Stories. Banyak perbedaan di dalamnya.

Reels menawarkan berbagai fitur pengeditan, efek, kontrol kecepatan untuk mempercepat atau memperlambat audio dan video, dan kemampuan untuk menyelaraskan banyak klip untuk transisi yang lebih bersih.

Selain itu hasil kreasi pengguna fitur reels juga dapat dibagikan sehingga orang yang tidak menjadi pengikut Anda dapat melihatnya. Ini menjadi keuntungan bagi orang yang sedang membangun pengikut.

Cara Menggunakan Reels


Pada dasarnya Reels sangat mirip dengan Tiktok, hanya ini dibangun di dalam platform Instagram. Berikut cara menggunakan fitur reels. 

Untuk membuat reel, buka kamera Instagram seperti Anda akan menggunakan Stories. Kemudian pilih Reels. Pada fitur itu bakal terlihat alat pengeditan bertumpuk di sisi kiri layar. Gunakan tombol rekam untuk membuat video. 

Nanti akan terlihat sudah sejauh mana ’15 detik’ Anda terpakai. Jika sudah ketuk panah di bagian bawah saat video Reels Anda siap tayang.

Dari sana, Anda akan diminta dahulu memilih opsi untuk menulis teks, memilih gambar sampul, menambahkan hashtag, dan membagikan video Anda ke Reels (jika akun bukan privasi). Reels kemudian akan muncul dan disimpan pada tab halaman profil, mirip IGTV.

Anda juga dapat mengirim reels sebagai DM atau mempostingnya ke Stories, namun akan hilang setelah 24 jam.

Sedangkan untuk menonton video pengguna lain, ketuk ikon pencarian dan menelusuri video. Dari sana, Anda dapat mengikuti pengguna dan menyukai, berbagi, dan mengomentari reels secara langsung.

Melansir The Verge, fitur ini baru tersedia di sekitar 50 negara, di antaranya Amerika Serikat, Inggris Raya, Jepang dan Australia. Dari pantauan Reels belum tersedia di Indonesia.